Tita
Lewat satu setengah tahun kerja di Jakarta. Belum bisa nabung. Belum bisa kirim duit buat Bapak-Ibu. Apalagi buat nyicil rumah ato mobil. Karena penghasilan pegawai kontrak ga jelas kantor swasta, ternyata engga lebih besar dari ceperan polisi lalu lintas. Tapi hadapi ajalah. Toh, Tuhan udah kasih apa yang spesial buat aku.
Satu hal yang meringankan adalah, saat aku ditemukan dengan satu makhlukNya yang lucu. Meski aneh dan sedikit ekstrim, dia membawa semua keceriaan dan kesegaran ke dalam kejenuhan. Sepintas, ga habis pikir kalo makhluk yang satu ini bisa punya pengaruh seperti ini. Untuk saat ini.
Makhluk berbentuk nyaris bulat. Tambun. Ato chubby juga bisa. Bahkan kalo dia sudah menggembungkan wajahnya, akan terbayang ketika ikan Fugu marah. Tapi serius, dia menggembungkan wajahnya, tidak karena marah. Tapi karena gemas. Aneh kan?
Aku mendekati dia, seperti halnya dia mencoba memahami aku. Tapi namanya manusia, kadang ada salah dan khilaf. Itu biasa. Kami tetap bisa tertawa setelahnya. Kesalahan besar, kalo ada orang menilai dirinya dewasa. Karena tingkahnya masih kekanakan. Tapi salah besar juga kalo orang memperlakukan dia dengan manja. Karena sudah waktu dirinya belajar mandiri.
Intinya, entah ilmu ato ajian apa yang dia berikan ke aku. Ungkapan warga di negara antah-berantah waiting trisn because of kulin O itu berlaku juga buat aku.
Bukan perkara dia cantik. Dia sexy. Dia kaya. Dia apalah. Intinya, dia bisa menempatkan dirinya buat aku. Egois bukan? Tapi saat ini, itu yang aku perlukan. At all!!
Di sini, meski ga jarang dia bikin jengkel, marah ato bahkan gemas se-gemas-gemasnya … TERIMAKASIH TITA!!
1 Comment
Jump to comment form | comment rss [?] | trackback uri [?]